HIMPATA dan Ruang Guru Gelar Pelatihan Analisa Tanda Tangan bagi Pendidik di Belitung
Tanjung Pandan, Belitung — Himpunan Praktisi Analisa Tulisan Tangan dan Tanda Tangan (HIMPATA) bekerja sama dengan Ruang Guru Tanjung Pandan menggelar pelatihan bertajuk “Mengenali Karakter dan Kondisi Emosi Siswa Melalui Tanda Tangan”, Jumat (27/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB tersebut diikuti oleh 10 orang Master Teacher (MT) pada batch pertama. Pelatihan ini tetap berlangsung dengan antusias meskipun masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri.
Pelatihan menghadirkan instruktur tersertifikasi BNSP, Inggrid Loekito, yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali karakter dan kondisi emosional siswa sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Menurut penyelenggara, setiap siswa memiliki keunikan dalam cara berpikir, bersikap, dan merespons lingkungan belajar. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih mendalam untuk memahami kondisi tersebut.
Salah satu metode yang diperkenalkan dalam pelatihan ini adalah analisa tanda tangan. Metode ini dinilai dapat menjadi pendekatan tambahan bagi guru dalam membaca karakter dan emosi siswa, meskipun bukan merupakan alat diagnosis ilmiah yang mutlak.
“Melalui analisa tanda tangan, guru dapat lebih peka terhadap perubahan emosi siswa, menyesuaikan metode pembelajaran, serta mendeteksi secara dini siswa yang membutuhkan perhatian khusus,” ujar penyelenggara dalam keterangan tertulis.
Selain itu, pendekatan ini juga diharapkan mampu membantu guru dalam membangun komunikasi yang lebih empatik dengan siswa, sehingga tercipta suasana belajar yang lebih kondusif.
HIMPATA bersama Ruang Guru Tanjung Pandan menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam dunia pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kualitas interaksi antara guru dan siswa.
Analisa tanda tangan disebut sebagai salah satu “jendela kecil” untuk memahami dunia batin siswa. Dengan penerapan yang bijak, metode ini dapat mendukung perkembangan emosional peserta didik secara optimal.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat menjangkau lebih banyak tenaga pendidik, sehingga mampu memberikan dampak positif yang lebih luas bagi dunia pendidikan, khususnya di wilayah Bangka Belitung.




Tinggalkan Balasan